Analisys of A Jury of
Her Peers
·
Cerita ini berawal dari 5 orang dewasa yang pergi ke rumah
kediaman Mr. Wright. Ke 5 orang tersebut yaitu Mrs. Martha Hale, Sheriff
Peters, Mrs. Sheriff, George Henderson, dan Lewis Hale. Mereka ditugaskan untuk
membantu menyelidiki kasus pembunuhan yang bernama Jhon Wright.
Selama perjalanan Mrs. Martha tidak menyangka akan bertemu
lagi dengan Mrs. Sheriff. Penampilannya sangat berbeda, tidak seperti pertama
kali bertemu pada satu tahun yang lalu.
Setelah tiba di rumah Mr. Wright, ke lima orang tadi pergi
ke kompor, kecuali dua wanita, Mrs. Martha dan Mrs. Sheriff. Mereka
memilih berdiri di samping pintu dengan
alibi tidak merasa kedinginan .
Sejumlah aksi penyelidikan kasus pembunuhan Mr. Wright mulai
diselancarkan. Namun, sebelumnya Mr. Sheriff mengintruksikan kepada orang-orang
yang ada di dalam untuk tidak terlebih dahulu memindahkan barang-barang. Ia
meminta Mr. Hale untuk memberitahu kepada Mr. Young Henderson tentang sesuatu
yang dilihatnya kemarin pagi di rumah Mr. Wright.
“ Harry dan saya sudah mulai ke kota dengan banyak kentang,”
Mr. Hale mulai membuka suara.
Kemarin pagi, ketika Tuan Hale dan puteranya, Harry, sedang
membawa muatan kentang ke daerah kota. Ketika di tengah jalan mereka melewati
rumah keluarga Mr. Wright, Mr. Hale mampir lalu bertanya kepada Mr. Jhon,
apakah dia akan mendapatkan telpon. Mr. Hale mengoceh sedikit dan mengatakan
bahwa Jhon Wright sedikit berbicara. Ia tidak menyukainya.
Mr. Hale melaporkan bahwa Minnie Wright, istri Mr. Wright berkata
bahwa dia tidak dapat berbicara dengan Jhon karena dia terungkap sudah mati,
terbaring di lantai atas, tercekik oleh tali.
Saat para pria turun ke
bawah, Harry bertanya kepada Mrs. Wright
siapa yang telah melakukan perbuatan
keji tersebut. Tetapi, Mrs. Wright mengatakan tidak tahu karena dia sedang
tidur dengan nyenyak.
Pengacara daerah terus menyusuri ruangan. Mulai dari lantai atas,
gudang, dapur. Namun, tidak ada sesuatu yang penting di sana yang dapat
ditemukan.
Yang mereka lihat hanyalah toples buah pecah yang terkena embun beku, kemudian peralatan makanan yang tidak dicuci, dan dapur yang sangat kotor. Para pengacara mencemooh sikap yang dilakukan oleh Mrs. Wright. Ia masih menyempatkan diri untuk menyelamatkan toples gulanya di tengah penyelidikan kasus pembunuhan.
Mrs. Hale dan Mrs. Petters menemukan selimut yang jahitannya
tidak beraturan. Seperti ada bagian yang bengkok. Lalu, mereka juga menemukan
gaun Minnie yang lusuh dan kotor. Mereka teringat Minnie yang dulu senang
sekali melihat konser, dan mereka berpikir bahwa gaun itu akan dipakai oleh
Minnie untuk menonton konser, namun Minnie tidak memiliki baju yang bagus untuk
dipakai.
Kedua wanita itu juga menemukan sebuah kotak yang ditutup
dengan kain sutera. Ketika dibuka, ternyata isinya adalah burung kenari yang
sudah mati. Dengan keadaan kepalanya seperti telah dicekik atau diremas. Tidak
lain tidak bukan burung itu ialah milik Minnie, istri dari Mr. Wright
Diketahui Minnie menyukai burung kenari. Burung Kenari
terkenal dengan burung yang pandai bernyanyi. Seperti Minnie, ia juga senang
bernyanyi. Dahulu sebelum ia menikah dengan Mr. Wright, ia sering tampil di
acara-acara music. Banyak yang mengagumi suara indah yang dimilikinya. Oleh
sebab itu, dahulu Ia dikenal sebagai Minnie Foster. Wanita periang, cantik,dan
bisa terbang bebas tak terbatas.
Para wanita dapat memahami dengan baik situasi Mninie, dan
dapat sepenuhnya dapat memahami prilaku ekstremnya. Mereka sekarang dapat
sampai pada kesimpulan bahwa Minnie sedih dengan pernikahannya. Selama
menjalani pernikahannya dengan Mr. Wright, Ia tidak memiliki anak, kurangnya
kehidupan sosial, dan mengerikan terhadap burungnya.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, melihat sikap dan sifat yang ditunjukkan oleh Minnie, Mrs.
Hale dan Mrs. Peters dapat menarik kesimpulan bahwa yang melakukan pembunuhan selama
ini ialah Minnie, istri Mr. Wright sendiri.
Namun, mereka berdua lebih memilih diam. Oleh karena itu,
para wanita memutuskan untuk tidak memberi tahu suami mereka tentang penemuan
mata rantai yang hilang, dan berhasil menyembunyikan burung dan selimut. Bagi
mereka, itu adalah keadilan yang ditegakkan dengan cara yang adil.
Short Story A Jury of Her Peers memiliki beberapa tahapan plot seperti sebagai berikut :
1. Tahap Situation
When Martha Hale opened the storm-door and got a cut of the north wind, she ran back for her big woolen scarf. As she hurriedly wound that round her head her eye made a scandalized sweep of her kitchen. It was no ordinary thing that called her away--it was probably further from ordinary than anything that had ever happened in Dickson County. But what her eye took in was that her kitchen was in no shape for leaving: her bread all ready for mixing, half the flour sifted and half unsifted
Pada tahap ini dijelaskan satu tokoh yang bernama Martha Hale. Ia berlari untuk mengambil syal wolnya ke rumahnya. Setting tempat dalam cerita tersebut juga disebutkan di rumah, tepatnya di daerah Dickson County.
Adapun karakter tokoh dari Martha Hale ditulis pada paragraph setelahnya yaitu pada bagian
Her bread all ready for mixing, half the flour sifted and half unsifted. She hated to see things half done
Pengenalan dan karakter tokoh setelah Martha Hale dilanjut ketika Ia bertemu dengan satu tokoh yang bernama Mrs. Peters.
She had met Mrs. Peters the year before at the county fair, and the thing she remembered about her was that she didn't seem like a sheriff's wife. She was small and thin and didn't have a strong voice.
Dalam cerita ini disebutkan tokoh-tokoh yang lain seperti Mrs. Martha Hale, Sheriff Peters, Mrs. Sheriff, George Henderson, dan Lewis Hale. Mereka akan pergi ke daerah Dikcson County karena ditugaskan untuk membantu menyelidiki kasus pembunuhan yang bernama Jhon Wright.
Waktu kejadian dalam cerita A Jury of Her Peers dijelaskan pada bagian ini
It looked very lonesome this cold March morning. It had always been a lonesome-looking place. It was down in a hollow, and the popular trees around it were lonesome-looking trees.
2. Tahap Generating Circumtances
Bibit-bibit konflik yang mulai terlihat yaitu pada bagian ini.
"Now, Mr. Hale," he said in a sort of semi-official voice, "before we move things about, you tell Mr. Henderson just what it was you saw when you came here yesterday morning."
Sejumlah aksi penyelidikan kasus pembunuhan Mr. Wright mulai diselancarkan. Namun, sebelumnya Mr. Sheriff mengintruksikan kepada orang-orang yang ada di dalam untuk tidak terlebih dahulu memindahkan barang-barang. Ia meminta Mr. Hale untuk memberitahu kepada Mr. Young Henderson tentang sesuatu yang dilihatnya kemarin pagi di rumah Mr. Wright.
The county attorney was looking around the kitchen.
"By the way," he said, "has anything been moved?" He turned to the sheriff. "Are things just as you left them yesterday?"
Peters looked from cupboard to sink; from that to a small worn rocker a little to one side of the kitchen table.
"It's just the same."
"Somebody should have been left here yesterday," said the county attorney.
3. Tahap Rising Action
Para wanita memeriksa semua yang ada di area itu dan bersimpati pada Minnie untuk toples yang pecah. Mereka berusaha menemukan penyebab yang mendasari tindakan pembunuhan Minnie. Akhirnya, mereka menemukan selimut yang belum selesai dan blok yang dijahit dengan gila-gilaan, gaun-gaun lusuh Minnie, dan burung kenari yang mati, yang tubuhnya disimpan dalam kotak yang dihias dengan indah.
1. 4. Tahap Climax
2. 5. Tahap Denoument
Jadi, dia membunuh
penindas, yang begitu lama membuatnya tertindas. Oleh karena itu, para wanita
dengan suara bulat memutuskan untuk tidak memberi tahu suami mereka tentang
penemuan mata rantai yang hilang, dan berhasil menyembunyikan burung dan
selimut. Bagi mereka, itu adalah keadilan yang ditegakkan dengan cara yang
adil.
· Analisis Konflik
1). Konflik Eksternal
- Konflik Sosial
2). Konflik Internal
Karena
dalam rumah tangganya Ia tidak menemukan kebahagiaan, yang Ia temukan hanyalah
kesepian, lalu ia memutuskan untuk membeli burung kenari yang saat itu Ia
anggap sebagai teman sehari-harinya.
Dia bisa melihat dengan baik perubahan yang
dia alami setelah pernikahannya. Dalam cerita, saya menemukan Nyonya Hale
memanggil Minnie dengan nama gadisnya, untuk menekankan bahwa dia mirip dengan
Minnie Foster, dan bukan Minnie Wright. Minnie Foster bebas seperti burung.
Minnie Wright terpikat.
·
Analisis Tokoh
Sebelum masuk ke dalam analisis tokoh, berikut tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerpen A Jury of Her Peers :
- Minnie Wright – tersangka yang dianggap
- John Wright – korban pembunuhan
- Lewis Hale dan Martha Hale – tetangga Wright
- Sheriff Henry Peters dan Mrs. Peters
- George Henderson – pengacara
Minnie Foster dan Minnie Wright
Minnie Foster adalah gadis muda yang santai, bersemangat,
ambisius, yang suka menyanyi. Dia suka bermimpi dan mengejar hal yang sama. Dia
berpakaian bagus dan hidup dengan baik. Setelah menikah, dia harus membuat
dirinya sendiri yang baru, yang tidak seperti dirinya. Dia harus mengadopsi
kehidupan yang suaminya, dan bukan miliknya sama sekali. Dia harus berhenti
bernyanyi. Dia harus menjadi ibu rumah tangga yang tidak sosial yang
satu-satunya motif adalah untuk menghormati dan mematuhi suaminya.
John Wright
Dia merupakan pria yang taat hukum yang memiliki reputasi
baik di masyarakat. Orang-orang menyeganinya. Tetapi, berbanding balik ketika
dia memperlakukan istrinya, Minnie. Ia bersikap dingin, jahat, dan selalu
menggeretak istrinya. Ia hanya membuat Minnie sengsara. Sungguh menyiksa hidup
di bawah satu atap dengannya selama bertahun-tahun berumah tangga.
Mrs. Hale
Mrs. Hale merupakan istri Petani. Ia menjadi tokoh pembuka
dalam cerita ini. Dia merupakan sosok yang rajin, teliti, dan tidak suka
menunda pekerjaan. Dilihat dari dialog pertamanya dalam cerpen ketika hendak
pergi ke rumah Jhon Wright, namun Ia melihat tepung adonanan rotinya di dapur
yang belum selesai.
“Arthur Streeton, At
Templestowe, 1889 She hated to see things half done”
Sikap telaten dan penyabar juga terlihat ketika Ia menemukan
selimut Minnie dengan keadaan pola jahitan yang tidak rapih. Lalu, Ia
merapihkan jahitannya sendiri.
Mrs. Peters
Mrs. Peters merupakan istri Sheriff. Ia sangat menghormati
suaminya. Karena Ia adalah istri dari seorang penegak hukum, maka Ia memiliki
tanggung jawab untuk selalu menjaga martabat suaminya, dengan cara tetap
mematuhi Sheriff.
· Analisis Setting
- - Latar tempat (Setting of Place)
Latar tempat terdapat pada bagian-bagian berikut
“When Martha Hale opened the storm-door and got a cut of the north wind, she ran back for her big woolen scarf. As she hurriedly wound that round her head her eye made a scandalized sweep of her kitchen. It was no ordinary thing that called her away--it was probably further from ordinary than anything that had ever happened in Dickson County”
Di atas disebutkan latar tempat kegiatan yang dilakukan oleh Mr. Hale, yaitu di dapur. Dan menyebutkan sesuatu yang pernah terjadi di daerah Dickson County.
Mrs. Hale scarcely finished her reply, for they had gone up a little hill and could see the Wright place now, and seeing it did not make her feel like talking. It had always been a lonesome-looking place. It was down in a hollow, and the poplar trees around it were lonesome-looking trees. The men were looking at it and talking about what had happened. The county attorney was bending to one side of the buggy, and kept looking steadily at the place as they drew up to it.
Latar tempat tersebut dideskripsikan dengan jelas ketika mereka sedang berada dalam perjalanan menuju rumah Jhon Wright menggunakan kereta. Di situ digambarkan bukit kecil, pohon-pohon poplar.
Everyone in the kitchen looked at the rocker. It came into Mrs. Hale's mind that that rocker didn't look in the least like Minnie Foster--the Minnie Foster of twenty years before. It was a dingy red, with wooden rungs up the back, and the middle rung was gone, and the chair sagged to one side.
Dalam penggalan cerpen tersebut dijelaskan bahwa orang-orang; Tidak lain tidak bukan ialah para pengacara, petani beserta masing-masing istrinya yang akan menyelidiki kasus pembunuhan Jhon Wright berada di dapur rumah Jhon Wright.
- Latar Waktu (Setting of Time)
Mrs. Hale scarcely finished her reply, for they had gone up a little hill and could see the Wright place now, and seeing it did not make her feel like talking. It looked very lonesome this cold March morning.
Latar waktu ditunjukkan pada penggalan cerpen ketika Mrs. Hale bersama yang lainnya dalam perjalanan ke rumah Jhon Wright di pagi hari yang dingin, tepatnya di bulan Maret.
"before we move things about, you tell Mr. Henderson just what it was you saw when you came here yesterday morning."- Mr. Sheriff
Latar waktu terdapat pada, Sebelum melakukan penyelidikan, Mr. Sheriff meminta Mr. Henderson untuk menceritakan apa yang telah dilihatnya kemarin pagi.
"I didn't see or
hear anything. I knocked at the door. And still it was all quiet inside. I knew
they must be up--it was past eight o'clock. So I knocked again, louder,
and I thought I heard somebody say, 'Come in.' I wasn't sure--I'm not sure yet.
But I opened the door--this door," jerking a hand toward the door by which
the two women stood. "and there, in that rocker"--pointing to
it--"sat Mrs. Wright."
Ketika dimintai keterangan terkait kejadian aneh yang
terjadi di kemarin pagi, Ia menjelaskannya. Saat itu Ia mampir ke rumah Jhon
Wright, Ia mencoba untuk mengetuk pintu, tetapi tidak ada yang menyahut.
Padahal Ia yakin mereka sudah bangun karena sudah lewat jam 8 pagi.
She turned back to the county attorney and explained: "She worried about that when it turned so cold last night. She said the fire would go out and her jars might burst.
- Latar Sosial (Sosial Setting )
Para wanita memeriksa semua yang ada di area itu dan bersimpati pada Minnie untuk toples yang pecah. Mereka berusaha menemukan penyebab yang mendasari tindakan pembunuhan Minnie. Akhirnya, mereka menemukan selimut yang belum selesai dan blok yang dijahit dengan gila-gilaan, gaun-gaun lusuh Minnie, dan burung kenari yang mati, yang tubuhnya disimpan dalam kotak yang dihias dengan indah.
Latar sosial ini ditemukan ketika para wanita bersimpati pada Minni, istri Jhon Wright. Mereka menemukan beberapa barang milik Minnie yang terlihat aneh. Setelah ditelusuri lebih dalam, para wanita ini paham dengan apa yang telah dilakukan oleh Minnie. Ya, Minnie adalah pembunuh dari suaminya, Jhon Wright. Namun, Mereka memilih diam dan berusaha pura-pura tidak tahu siapa pembunuh Jhon Wright sebenarnya, karena para wanita ini memahami keadaan dan perasaan Minnie mengapa Ia sampai harus membunuh suaminya. Para wanita ini bersikeras untuk menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya terjadi dari para pengacara dan suami-suami mereka.
- Latar Ruangan (Style of Setting)
Everyone in the kitchen looked at the rocker. It came into Mrs. Hale's mind that that rocker didn't look in the least like Minnie Foster--the Minnie Foster of twenty years before. It was a dingy red, with wooden rungs up the back, and the middle rung was gone, and the chair sagged to one side.
Latar ruangan terdapat pada Minnie yang sedang duduk di kursi goyang yang usianya sudah berpuluh-puluh tahun.