Nama : Lisnawati
Ig : @lisnamadhavi
Ig penulis :@Megamf
Judul Buku : Jemput Aku Jilid 1
Penulis: Mega Milenia Vebriyanti
Penerbit: Mandiri Jaya Publishing
ISBN: 978-602-079-970-4
Tebal Buku: 375 Hal
Buku yang berjudul "Jemput Aku" ini merupakan buku yg isinya bernuansa Romance-Islami. Ketertarikan untuk membaca buku ini muncul dari ambisi hati yang paling relung di dasar sana, karena sebab-sebab tertentu. Salah satu di antaranya , penulis dari Novel yang dikemas dengan cover cantik ini adalah kakak tingkat saya waktu sekolah Madrasah Aliyah dulu. So, siapa sih yang gak mau kepo kaya Dora kalo ternyata orang yang pernah kita kenal, atau bahkan pernah dekat walau sedetik bisa nerbitin buku? Pastinya super kepo dong sama apa yang ia tulis. Yuk, langsung aja kita rangkum.
"Cintailah orang yang kamu cintai dengan cinta pertengahan, karena bisa jadi suatu saat nanti dia akan menjadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu dengan benci pertengahan, karena bisa jadi musuhmu akan menjadi kekasihmu." -H.R Tirmidzi
Sebut saja Bintang Azura. Wanita manis yang saat ini sedang duduk di semester lima di salah satu Universitas ternama di Bandung. Ia hidup dalam keluarga yang sangat hangat dan harmonis. Jika ada dalam realita, mungkin banyak daftar list orang yang memendam rasa iri pada keluarga Bintang. Ia mempunyai Umi dan Abi yang sangat menyayanginya. Dan ada dua orang lelaki selain Abi yang tinggal satu atap dengannya, yang bukan hanya bernotaben baik, tetapi juga pelindung siaga yang herois. Sebutlah mereka kakaknya.
Di tengah kesibukannya menjalani kuliah, Bintang selalu menyempatkan dirinya untuk mengikuti kajian bulanan di salah satu masjid besar yang ada di Kota Bandung. Dia tidak pergi sendiri. Tetapi dengan sahabatnya, Lala. Kemana pun langkah Bintang pergi, selalu ada Lala di belakangnya.
"Saya hanya ingin berbagi ilmu dengan orang-orang yang serius, bukan orang yang hanya iseng dan ikut-ikutan saja. Kalo kalian tidak serius, lebih baik keluar!"
Ngilu. Kalimat itu masih terngiang betul di telinga Bintang saat mengikuti kajian bersama Lala. Ucapan itu keluar dari mulut seorang penceramah muda karna ulah sahabat Bintang, yg terus saja mengajaknya mengobrol. Sial memang.
Esoknya Bintang ada jadwal kuliah pagi. Entah ada badai dari mana, dosen mata kuliahnya tidak bisa hadir untuk mengajar selama 6 bulan, sehingga digantikan oleh anak buahnya. Dan, tahu siapa yang jadi penggantinya? Manusia yang kemarin sudah menjadi daftar list urutan pertama yang tidak ingin ia temui selama hidupnya. Ya, Aldin Ibrahim Haikal.
Karena ..
Orang yang tidak ingin kamu temui, lebih berpotensi memiliki kesempatan bertemu denganmu lebih sering dari biasanya. Kenapa? Karena hidup, tak selalu tentang apa yang kamu mau.
Setiap hari ada saja yang membuat Bintang kesal. Dosen yang dicapnya galak itu berhasil menciptakan rasa ketika bertemu. Menyebalkan, namun mendebarkan. Hingga suatu hari, pada waktu yang tak Bintang duga, ada seseorang yang datang tanpa aba-aba. Seseorang yg datang dari masa lalunya setelah 6 tahun silam meninggalkannya pergi.
Siapakah dia?? Ya, dia Zidan. Sahabat, sekaligus orang yang Bintang selama ini tunggu-tunggu. Niatnya ingin melamar Bintang terurungkan karena sudah ada orang yang satu langkah lebih maju mendahuluinya.
Di sisi lain pun sama. Ada seseorang dari masalalu Aldin yg tiba-tiba datang, di tengah harmonisnya pernikahan. Perempuan itu mengakui kalo dirinya masih mencintai Aldin, di saat dirinya sedang dilanda sakit yang bukan main. Bahkan dia tak segan akan merusak rumah tangga Aldin jika dia tidak bisa mendapatkanya.
Bintang sedikit demi sedikit merasakan pahit yg luar biasa setelah mengetahui kejadian itu. Dia memohon kepada Allah agar diberi petunjuk atas permasalahan dalam pernikahannya.
Sampai suatu hari, bintang mengeluarkan ucapan yang tak pernah disangka-sangka selama ini.
"Bintang siap dimadu, A."
Yeaaayy Jemput Aku Jilid I selesaaai .. bagaimana kelanjutan ceritanya?? Apakah Aldin menyetujui, atau malah memarahi karna tak terima dengan ucapan Bintang?
InsyaaAllah lanjut review setelah selesai baca buku jilid 2 yaaa
See U next time.
Love, Madhavi
No comments:
Post a Comment